Otak Pria Berhenti Bekerja Saat Nama Wanita Disebut

Kompas.com - 21/01/2012, 19:15 WIB

KOMPAS.com - Sosok perempuan ternyata begitu penting bagi kaum pria. Perempuan bagaikan satu paket komplit yang bisa membuat pria terpesona, dari lekuk tubuhnya, aroma tubuhnya, wangi rambutnya, hingga kelembutan kulitnya. Ketika sosok wanita melintas di hadapannya, dalam sekejap pria lupa dengan semua hal yang semula dipikirkannya. Bahkan, mendengar nama perempuan disebut saja sudah membuat otak pria berhenti bekerja.

Ini bukan sebuah sangkaan belaka, melainkan hasil penelitian psikolog Johan Karremans dan Sanne Nauts. Keduanya mengadakan Stroop Test, uji kognitif dasar dimana biasanya Anda akan melihat secarik kertas berisi kata-kata tentang jenis-jenis warna, namun kata-kata tersebut dicetak dengan warna yang berbeda. Lalu Anda diminta menyebutkan warna dari kata yang tertera, bukan apa kata tersebut.

Namun dalam eksperimen Stroop Test ini, kedua peneliti meminta menguji 71 pria dan wanita yang menjadi relawan untuk merespons melalui instant message dari sebuah monitor yang akan memunculkan nama laki-laki atau perempuan. Kemampuan kognitif kaum perempuan rupanya tidak terpengaruh oleh nama laki-laki atau perempuan yang ditampilkan. Sementara kaum pria, meskipun sama sekali tidak terpengaruh oleh nama laki-laki, gagal menunjukkan kemampuan kognitif mereka setelah mendengar nama perempuan. Dengan kata lain, otak mereka tidak berfungsi dalam kapasitas penuh hanya karena mereka mendengar nama "Amanda" atau "Natalie" muncul di layar monitor.

Dalam eksperimen berikutnya, seluruh partisipan diberitahu bahwa seorang pria atau wanita akan mengirim pesan pada mereka melalui instant messenger. Meskipun tidak ada pesan-pesan yang dikirimkan, para pria masih tersipu-sipu, dan gagal lagi dalam uji kognitifnya.

Mengapa reaksi pria sangat berbeda dari kaum wanita? Sulit dijelaskan, namun menurut Nauts, hal ini kemungkinan disebabkan kaum pria cenderung lebih memaknai situasi yang relatif netral dalam konotasi seksual ketimbang kaum perempuan.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau